ekonomi

Kenaikan Harga Daging Sapi dan Ayam Menjelang Idul Fitri 2026 Kembali Terjadi di Berbagai Daerah

Rabu, 18 Maret 2026 | 09:36 WIB
Ia memperkirakan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional masih berpotensi berada pada kisaran Rp150.000 hingga Rp170.000 per kilogram mendekati H-3 Lebaran, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jawa Barat dan Jakarta.

JAKARTA -- Lonjakan harga daging menjelang Idul Fitri ini dinilai sebagai fenomena musiman yang dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan, namun juga menunjukkan perlunya penguatan pasokan domestik agar gejolak harga tidak berulang setiap tahun.

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, mengatakan permintaan daging selama Ramadan hingga Lebaran memang meningkat tajam, bahkan bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Tradisi kuliner Ramadan seperti rendang, semur, hingga opor ayam membuat kebutuhan protein hewani meningkat signifikan. Ditambah lagi momentum mudik yang mendorong konsumsi rumah tangga menjadi lebih besar,” ujarnya.

Data pasar menunjukkan harga daging sapi kualitas 1 secara nasional pada pertengahan Maret 2026 mencapai sekitar Rp146.600 per kilogram. Angka ini sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp140.000 per kilogram untuk daging paha belakang.

Di Jakarta, harga daging sapi bahkan bergerak di kisaran Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram, naik dari awal Ramadan yang berada pada kisaran Rp130.000 hingga Rp135.000 per kilogram.

Baca Juga: Longsor Besar di Desa Suriamukti Kecamatan Surian, Akses Transfortasi Lumpuh Total

Sementara itu, harga daging ayam ras nasional juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp41.950 per kilogram. Di sejumlah pasar tradisional Jakarta Timur, harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp45.000 per kilogram kini menyentuh Rp50.000 per kilogram.

Menurut Noviardi, kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh lonjakan permintaan, tetapi juga oleh meningkatnya biaya produksi di tingkat peternak.

“Harga sapi hidup di tingkat peternak saat ini sudah berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram karena biaya pakan meningkat. Sementara pada komoditas ayam, harga di tingkat peternak sekitar Rp22.000 per kilogram bisa menjadi lebih dari Rp40.000 per kilogram di pasar akibat rantai distribusi yang panjang,” jelasnya.

Selain itu, ketergantungan terhadap impor sapi bakalan juga membuat harga domestik sensitif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah serta biaya logistik global.

Meski demikian, pemerintah dinilai telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjelang Lebaran.

Pengawasan distribusi dilakukan oleh Satuan Tugas Pangan Polri, sementara operasi pasar dan penyediaan stok penyangga dilakukan oleh Perumda Dharma Jaya melalui penjualan daging beku dengan harga di bawah HAP.

Menurut Noviardi, langkah stabilisasi tersebut penting untuk meredam gejolak harga jangka pendek. Namun ke depan, pemerintah perlu memperkuat produksi peternakan dalam negeri agar ketahanan pangan protein hewani lebih kuat.

“Momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi ujian bagi sistem distribusi pangan kita. Dalam jangka panjang, solusi utamanya tetap pada penguatan produksi domestik, efisiensi rantai distribusi, serta manajemen stok yang lebih baik,” katanya, Selasa 17 Maret 2026.

Halaman:

Tags

Terkini