• Sabtu, 18 April 2026

Warga Dihebohkan Kemunculan Benda Terpencar di Langit Peneliti BRIN Sebut Itu Sampah Antariksa

Photo Author
Tatang Tarmedi, Sumedang 24 Jam
- Selasa, 7 April 2026 | 05:11 WIB
Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Senin, 6 April 2026, terlihat benda langit tersebut terlihat memanjang dan terpencar menjadi serpihan.
Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Senin, 6 April 2026, terlihat benda langit tersebut terlihat memanjang dan terpencar menjadi serpihan.


LAMPUNG - Beredar video di linimasa media sosial, yang menunjukkan benda bercahaya yang meluncur di atas langit wilayah Lampung, pada Sabtu, 4 April 2026.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Senin, 6 April 2026, terlihat benda langit tersebut terlihat memanjang dan terpencar menjadi serpihan.

"Warga Lampung sempat dibuat heboh oleh penampakan benda bercahaya misterius yang melintas di langit pada malam hari," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Rekaman yang diambil warga di Lampung itu pun sontak menyita perhatian sebagian kalangan di media sosial.

Lantas, bagaimana sebenarnya fenomena tersebut menurut pandangan ahli? Berikut ini ulasannya.

BRIN: Sampah Antariksa

Secara terpisah, Profesor Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menyebut benda langit misterius yang melintasi wilayah udara Lampung itu merupakan sampah antariksa.

Thomas mengatakan, objek tersebut meluncur di langir dan tampak pecah menjadi beberapa bagian.

"Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian," kata Thomas dalam keterangannya, pada Senin, 6 April 2026.

"Itu adalah pecahan sampah antariksa," sambungnya.

Diduga Bekas Roket China

Dalam kesempatan yang sama, Thomas menduga sampah antariksa tersebut merupakan bekas roket China CZ-3B.

Peneliti BRIN itu lantas menyebut sisa roket itu meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia.

"Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket China tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera," sebut Thomas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tatang Tarmedi

Tags

Terkini

X