• Sabtu, 18 April 2026

Keracunan Massal MBG di Anambas: 155 Siswa dan Orang Tua Jadi Korban

Photo Author
Tatang Tarmedi, Sumedang 24 Jam
- Jumat, 17 April 2026 | 07:00 WIB
Kasus dugaan keracunan massal akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, pada Rabu, 15 April 2026.
Kasus dugaan keracunan massal akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, pada Rabu, 15 April 2026.

 

RIAU - Kasus dugaan keracunan massal akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, pada Rabu, 15 April 2026.

Sebanyak 155 murid dari jenjang PAUD hingga SMP dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tidak hanya siswa, sejumlah orang tua yang ikut mengonsumsi sisa menu MBG anaknya juga turut menjadi korban. Para korban langsung dilarikan ke dua fasilitas kesehatan terdekat.

RSUD Palmatak menangani 114 korban, dengan 110 di antaranya sudah diizinkan pulang dan 4 orang masih menjalani perawatan intensif.

Sementara di Puskesmas Siantan Tengah, dari 41 korban yang dirawat, 26 orang telah kembali ke rumah dan 15 lainnya masih dalam pemantauan intensif untuk pemulihan.

Kondisi ruang perawatan yang penuh terekam dalam unggahan akun TikTok @datambg pada Kamis, 16 April 2026.

Baca Juga: Bertemu Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

Video berdurasi 46 detik itu memperlihatkan satu ruangan dipadati korban, bahkan beberapa siswa harus berbagi ranjang hingga dua orang karena keterbatasan tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyatakan penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan.

Sampel menu MBG yang dibagikan sudah dibawa ke Batam untuk diperiksa lebih lanjut di BPOM atau Labkesmas.

Baca Juga: Ketika Rasa Tak Lagi Menyapa: Menu MBG Semakin Ditinggalkan Lidah Anak-anak

"Sampel akan dikirim ke Batam untuk diperiksa di BPOM atau Labkesmas guna memastikan penyebab pastinya," kata Feri kepada media, Kamis, 16 April 2026.

Menindaklanjuti insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Air Asuk yang bertanggung jawab atas distribusi menu tersebut.

Pemberhentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait sumber dan penyebab keracunan massal yang menimpa 155 warga Anambas. ****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tatang Tarmedi

Tags

Terkini

X