JAWA BARAT -- Pemprov Jabar akan memberikan pendampingan kepada 12 warga Jabar yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasus ini sedang ditangani langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Ia telah berkoordinasi dengan Suster Ika, Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), yang melakukan penyelamatan terhadap para korban.
Baca Juga: Longsor di Cisoka Terus Dipantau Guna Mengantisipasi Potensi Bencana Longsor Susulan
Proses penyelamatan bermula pada 20 Januari 2026 ketika salah satu korban mengirim pesan WhatsApp meminta bantuan karena merasa tertekan dan tidak diizinkan keluar dari kamar tempatnya bekerja.
TRUK-F bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka kemudian melakukan penyelamatan secara prosedural dan persuasif. Saat ini, para korban sedang dalam proses penjemputan untuk dibawa kembali ke Jabar.
Baca Juga: KBRI Siagakan Opsi Evakuasi WNI di Iran Bila Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Makin Meruncing
"Pemprov Jabar akan memberikan pendampingan hukum, asesmen psikologis, penyediaan rumah aman, dan layanan kesehatan kepada para korban," kata Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianti.
Para korban akan dipulangkan ke keluarga masing-masing setelah proses pemulihan selesai. Pemprov Jabar berkomitmen untuk tidak menoleransi perdagangan orang dan eksploitasi terhadap perempuan. ****